Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Tuesday, August 30, 2016

Waspadalah, 5 Gejala Defresi yang Harus dikenal anak muda !

Miliki mood yang terkendali, merasakan bahagia, tidak mudah lelah, dan memutuskan banyak hal dengan kepala dingin merupakan hal yang setiap orang ingin miliki. Namun sayang, banyaknya situasi dalam hidup, seperti himpitan ekonomi, deadline, dan berbagai macam hal lain membuat beberapa orang tak kuat dan berujung depresi.

Depresi merupakan sebuah situasi yang patut diketahui dan segera mungkin dikendalikan. Tandanya tak selalu tentang merasa sedih dan tak ingin keluar dari kamar untuk melanjutkan aktivitas. Menurut National Institute of Mental Health, tanda-tanda depresi lebih bervariasi seperti sering merasa sedih, tak ada tujuan, dan cepat merasa lelah.

Dilansir dari Glamour, Smitha Murthy, M.D, seorang psikiater dari Seton Mind Institute in Austin, Texas mengatakan bahwa depresi lebih kepada perubahan suasana hati yang cepat, perbedaan pola makan dan tidur. Ini 5 poin yang harus kamu perhatikan. Jika ini terjadi padamu, menemui seorang konselor dengan segera bisa menjadi keputusan yang baik.

Tempramen. Depresi lebih pada kemarahan daripada sedih. Jika kamu merasa diri lebih cepat melucut, cranky, dan cepat merasa tersinggung kemudian menyerang orang lain karena hal sepele, hal tersebut bisa mengindikasikan rasa depresi.

Perubahan pola tidur. Kamu mungkin berpikir bahwa seseorang yang depresi inginkan tidur sepanjang hari. Namun ternyata insomnia atau tidur yang sama sekali tidak membuatmu merasa lebih baik bisa menjadi hal yang patut diwaspadai.

Perubahan pola makan
. Hal tersebut bisa terjadi dalam dua arah. Kamu bisa sama sekali kehilangan nafsu makan dan menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Atau kamu bisa terlalu banyak makan dan membuat berat badanmu naik drastis.

Sulit berkonsentrasi. Hal ini sangat umum terjadi pada seseorang yang mengalami depresi. Mereka miliki masalah saat membuat keputusan yang sepele dan sering melupakan informasi yang tertera jelas.

Rasa sakit yang tak bisa dijelaskan. Banyak pasien yang pergi ke dokter dengan keluhan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dari sisi medis. Akhirnya, depresi pun menjadi pangkal dari segalanya. Rasa tersebut biasanya terjadi pada sakit pinggang atas kepala.



Sumber : Bintang.com

Saturday, August 20, 2016

Wajib Tahu, 5 Tips Mengurangi Pertengkaran dalam Pernikahan

Tidak ada pernikahan yang sempurna. Namun, jika Anda dan pasangan terbawa dalam pertengkaran hebat, ini bisa berbahaya bagi hubungan Anda. Karena itulah, ketahui lima cara untuk mengurangi pertengkaran dalam pernikahan seperti dikutip dari laman The Asian Parent berikut ini.

Jangan cari siapa yang menang

Kebanyakan pertengkaran pasangan menjadi berkepanjangan karena masing-masing ingin membuktikan siapa yang benar. Inti penyebab pertengkaran menjadi terabaikan karena tidak ada yang mau mengalah. Padahal ini tidak akan menyelesaikan apapun, malah justru menambah kebencian.

Solusinya adalah meminta maaf, jika perlu, dan jangan terlalu terbawa perasaan. Tetap fokus pada inti masalah. Pastikan Anda tidak mengungkit masa lalu selama perdebatan.

Membawa tidur


Banyak konsultan pernikahan yang menganjurkan agar menyelesaikan segala argumentasi sebelum tidur. Namun, memaksa menyelesaikan masalah agar Anda bisa tidur sama sekali tidak menyehatkan. Ini sama saja Anda meminta maaf tapi tidak tulus.

Solusinya, daripada saling berteriak, lebih baik sama-sama saling tidur tanpa perlu menyelesaikan masalah. Cara ini bisa memberikan banyak waktu bagi Anda masing-masing untuk berpikir ulang akan segala sesuatu dengan lebih tenang. Di pagi hari, Anda berdua bisa membicarakan kembali masalahnya dengan sikap yang lebih tenang.

Selalu kompromi

Pertengkaran akan jauh lebih berkurang ketika pasangan saling berkompromi. Kompromi menandakan bahwa kedua individu menginginkan pernikahan yang berhasil dan saling berkorban untuk mendapatkannya.

Sikap ini sangatlah menyehatkan dan dapat memastikan pernikahan akan awet. Meski demikian, kompromi bukanlah kunci pertengkaran akan berkurang, namun merupakan pondasi penting yang menentukan kekuatan pernikahan.

Membantah dengan cara yang baik

Pertengkaran bisa menjadi besar dalam waktu singkat tergantung pada penggunaan kata ketika bertengkar. Tahan diri menggunakan kata kasar dan bijaksanalah dalam menggunakan kata. Hindari teriakan dan membanting barang agar pesan Anda didengar. Tindakan negatif ini hanya akan melukai pasangan dan menimbulkan kebencian.



Dengarkan dan ambil tindakan


Jika Anda mendengarkan dengan sepenuh hati apa yang disampaikan pasangan, Anda akan lebih mudah memahami apa yang diinginkan dan dirasakannya.

Saat berbicara satu sama lain, jauhkah segala pengganggu. Hal ini akan membantu Anda membuat penekanan bahwa Anda menghargainya dan mendengarkan apa yang disampaikan, serta mencoba memahami perasaan dia. Jangan terburu-buru bereaksi sebelum pasangan selesai menyampaikan pesannya.