Showing posts with label kisah islami. Show all posts
Showing posts with label kisah islami. Show all posts

Friday, April 15, 2016

Pidato Politik Abu Bakar Setelah di Angkat Menjadi Khalifah




Sahabat Awiasih, Sehari setelah dibaiat kaum muslimin sebagai khalifah di Saqifah Bani Saidah, Abu Bakar Ash-Shiddiq berjalan pelan menuju mimbar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi dengan perasaan gugup.

Pidato Politik Abu Bakar Setelah di Angkat Menjadi Khalifah, Khalifah pertama itu menghadap ke arah kaum muslimin. Inilah kali pertama dia menyampaikan pidato politik setelah terputusnya wahyu dari langit dan jasad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang suci telah berkalang tanah.

Berikut ini adalah petikan pidato Abu Bakar yang bersejarah itu:

“Amma badu, wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah diangkat sebagai pemimpin kalian meski aku bukan yang terbaik di antara kalian. Jika aku berbuat baik, dukunglah saya. Sebaliknya jika aku berbuat salah, luruskanlah saya.

Kejujuran itu merupakan amanah, sedangkan dusta itu merupakan pengkhianatan. Kaum yang lemah menempati posisi yang kuat di sisiku hingga aku dapat mengembalikan padanya haknya dengan izin Allah.

Sedangkan, kaum yang kuat menempati posisi yang lemah di sisiku hingga aku dapat mengambil darinya hak orang lain dengan izin Allah.

Jika suatu kaum meninggalkan perkara jihad di jalan Allah, mereka akan ditimpakan kehinaan oleh Allah.

Jika kemaksiatan telah meluas di tengah-tengah suatu kaum, Allah akan menimpakan bala kepada mereka secara menyeluruh.

Taatlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika aku bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kalian tidak wajib taat kepadaku. Bangunlah untuk melaksanakan shalat, semoga Allah merahmati kalian.”

Dengan pidato politiknya itu Abu Bakar ingin menegaskan kepada setiap orang bahwa jabatan itu merupakan sebuah kerugian bukan keuntungan, sebuah tanggung jawab bukan penghormatan, sebuah pengorbanan bukan penghargaan, dan sebuah kewajiban bukan kesewenang-wenangan.

Abu Bakar pun ingin menghilangkan kesan di tengah masyarakat bahwa seorang pemimpin itu harus dihormati secara berlebihan. Justru, seorang pemimpin itu diangkat untuk memberikan pelayanan dalam agama Allah dan risalah-Nya.

Allah Taala mengangkatnya sebagai pemimpin untuk melayani rakyatnya bukan sebaliknya rakyatnya yang melayani dia.

Dengan demikian, Abu Bakar telah meletakkan batasan tanggung jawabnya termasuk batasan kewajiban kaum muslimin.Menurutnya, umat harus berperan aktif dalam persoalan kepemimpinan. Mereka harus menjadi mitra pemerhati dan bukan pengikut yang tak mau tahu.

Setelah itu, kaum muslimin menetapkan gaji Abu Bakar sebesar dua ribu dirham setahun.

Abu Bakar berkata, “Tambahlah sedikit, karena aku memiliki keluarga. Kalian telah menyibukkan aku dari perniagaan.”Kaum muslimin pun menambahkan lima ratus dirham untuk Abu Bakar.


Sumber : 10 Shahabat yang Dijanjikan Masuk Surga, Abdus Sattar Asy-Syaikh.

disalin dari duniaislam.org

Tuesday, April 5, 2016

Adakah Sebuah kenenaran




Dalam setiap helaan nafas yang kita hirup, kita berdialoh dengan Tuhan, semua anggota tubuh kita berdialoh dengan cara yang telah Tuhan tentukan, sunnguh ini bukanlah mengira-ngira, sangatlah jelas Tuhan menegaskan dalam firmanya, bahwa jika engkau gunakan semua indramu, kencermati semua ciptaanya, engaku akan menemukan sesuatu yang engaku cari.

Apakah nama kita sebenarnya ?, manusiakah ?, makhluk kah ? , hayawanul aqlkah (hewan yang dianugrahi akal) ?

Adalah sebuah kelebihan bagi manusia oleh Tuhan diberikan keluasaan untuk berbuat semaunya, mengendalikan segala tingkah lakunya, diberikan akal fikir yang penuh dengan keajaiban, namun bukankah manuisa terlalu naif untuk memperoleh keistimewaan ini ?

Friday, April 1, 2016

kisah nyata islami abu jahal menikmati syahdunya Al-qur'an



Sebetulnya, Abu Jahal merasa takjub dengan Al Qur’an. ini merupakan kisahnyata islami yang telah banyak kita kita dengar, Akan tetapi, karena gengsi dan kesombongannya, Abu Jahal tidak mau terang-terangan mengakuinya. Sampai akhirnya apa yang dia sembunyikan itu terbongkar.
Suatu malam Abu Jahal keluar secara diam-diam ke rumah ponakannya, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Dia mencuri dengar bacaan Al Qur’an keponakannya itu, dan tanpa terasa terangnya subuh mulai menggulung gelapnya malam. Merasa kuatir tindakannya diketahui orang lain, Abu Jahal pulang dengan langkah yang hati-hati. Akan tetapi takdir Allah mempertemukan dia di perjalanan dengan dua temannya, yaitu Abu Sufyan dan Al Akhnas bin Syuraiq.[kisah nyata islami lainya]