Showing posts with label hoax or not. Show all posts
Showing posts with label hoax or not. Show all posts

Wednesday, August 31, 2016

Merebus Ulang Air yang Sudah Matang Bisa Sebabkan Keracunan?

Isu:
Merebus air yang sudah matang dikabarkan bisa berbahaya bagi tubuh. Air yang sudah direbus 100 derajat celcius apabila dipanaskan kembali akan menghasilkan kandungan kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Kandungan kimia itu adalah arsenik, nitrat dan fluoride. Kandungan arsenik yang masuk ke dalam tubuh meski dalam dosis yang sedikit bisa menyebabkan keracunan dan melemahkan fisik secara perlahan. Keracunan arsenik meliputi gangguan pencernaan, kulit, ginjal jantung hingga kanker.

Sementara nitrat bisa berubah menjadi racun bila terkena panas yang sangat tinggi. Saat nitrat terkena suhu tinggi maka akan terkonversi menjadi nitrosamine, senyawa yang bersifat karsigonetik penyebab kanker.  Sementara fluoride yang ada di dalam air minum bisa menyabkan perkembangan otak anak menjadi lemah.

Informasi soal isu ini beredar luas di masyarakat dan diimbau juga untuk tidak mengulangi kebiasaan sepele namun berbahaya itu.  Benarkah demikian?

Investigasi:

Informasi soal bahaya merebus air matang ini pernah ditulis oleh sejumlah media lokal, blog dan lainnya. Informasi ini lalu diserbarkan melalui media sosial hingga menjadi pesan berantai yang belum jelas sumbernya.

detikcom bertanya soal kebenaran informasi ini kepada Kepala Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono. Agus mengatakan secara umum proses pemanasan bisa menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Hal ini terjadi karena adanya proses tumbukan antar zat dalam suatu media akibat dari suatu pemanasan.

"Hal tersebut bisa terjadi jika dalam media tersebut telah tersedia beberapa zat yang siap untuk bereaksi," kata Agus kepada detikcom, Kamis (25/2/2016).

Namun dalam kasus ini yang dipermasalahkan adalah air putih di mana tidak ada zat yang siap bereaksi. Kandungan kimia air putih tidak berbahaya bagi tubuh.

"Dalam hal air putih,  pada awal mula memang tidak ada zat pereaksi. Sehingga tidak mungkin suatu zat bisa timbul begitu saja, tanpa ada penambahan di awal reaksi. Proses pemanasan pertama, kedua maupun dan seterusnya tidak akan bisa menghasilkan suatu zat baru," jelas Agus.

Soal bahan kimia seperti flouride, nitrat dan arsenik yang dikabarkan muncul setelah proses pemanasan ulang air yang sudah masak, Agus memastikan bahan kimia tersebut tidak akan bisa muncul di air putih kecuali memang sengaja ditambahnya.

"Jadi cerita itu tidak benar dan dipastikan hoax," ucap Agus.


Kesimpulan:


Ilustrasi oleh Basith Subastian/detikcom


Kabar merebus ulang air yang sudah matang bisa menghasilkan zat berbahaya adalah tidak benar atau hoax.



Jika Anda punya kabar yang belum pasti kebenarannya dan ramai menjadi pembicaraan publik, bisa kirimkan isu tersebut di sini.



(slm/mad)

Menggoyang Mobil Saat Isi Bensin Agar Aliran Lancar, HOAX OR NOT ?

Jakarta -

Isu

Belakangan ini, kembali beredar video yang cukup menarik perhatian. Isinya, tentang seorang pria yang menggoyang-goyangkan mobilnya dengan tujuan agar aliran bensin lancar saat isi bahan bakar.

Video itu sebetulnya video lama yang kembali menjadi viral. Durasinya hanya 1 menit 10 detik, namun sudah ditonton jutaan orang. Isinya tentang seorang pria yang menggoyang goyang mobil B 1953 UZI saat isi bahan bakar.

Yang menarik, hampir sepanjang proses isi bensin, dia terus-terusan menggoyang mobil. Posisi berdiri dan caranya menggoyang juga cukup mengundang tanya sebagian orang.

Akhirnya, diskusi pun bermunculan. Apakah teknik menggoyang mobil saat bahan bakar masih relevan dilakukan? Apa tujuannya?

Investigasi

Video tersebut, sudah muncul sejak tahun 2015 dan jadi bahan perbincangan masyarakat. Belum jelas di mana lokasi persisnya, namun diduga kuat berada di Jakarta.

Terlepas dari video, detikcom meminta pendapat ahli soal perlu tidaknya mengguncang mobil saat mengisi bensin.
Iwan Abdurahman dari Technical Service Division PT Toyota-Astra Motor menerangkan, mobil digoyang saat isi bensin pada awalnya karena menginginkan agar udara yang terjebak di tangki keluar. Sehingga tangki terisi bensin dengan maksimal. Namun, itu sangat tergantung dari konstruksi tangki mobil tersebut.

Sebagian mobil memang ada yang memiliki sekat, terutama yang tangkinya pendek dan lebar. Ada yang menggoyangnya agar bensin tersedot oleh pompa bensin. Namun, itu tidak banyak.

Menurutnya, untuk mobil-mobil produksi saat ini, desain tangkinya sudah bagus sehingga meminimalkan udara terjebak. Karena itu, dia menilai tidak perlu menggoyang mobil saat isi bensin.

"Jadi, rasanya untuk mobil sekarang, kayanya nggak perlu goyang goyang tangki," pesannya.

Kepala Bengkel Auto2000 Fajar Bustomi juga mengatakan hal senada. Menurutnya, ada mobil yang digoyang karena sebagian tangki diberi sekat. Namun menurutnya, air akan menemukan jalannya sendiri karena benda cair, sehingga tak perlu digoyang.

Kesimpulan


 
Dengan demikian, teori yang menyebut mobil harus digoyang saat isi bensin adalah hoax.



(mad/nrl)

Sumber : detik.com